Tiga gadis bersenjata, cerdas, dan cerdik memindahkan operasi narkoba mereka ke lokasi hot spot liburan musim semi yang baru setiap tahun. Dengan penjualan mencapai $1 juta, mereka menarik perhatian seorang gembong narkoba yang jarang terlihat yang hanya dikenal sebagai “Frosty The Snowman” yang mengirim pembunuh bayaran untuk melenyapkan mereka. Escobar: Paradise Lost (2014) iLK21Ini juga […]
Luxury138Luxury138
Cara Menonton Film Di Situs Kami
  • Klik "SKIP TRAILER" untuk melewati trailer.
  • Klik tombol ▶️ pada player untuk memulai film.
  • Gunakan Server 2 atau 3 jika player lambat.
  • Bookmark situs kami agar mudah diakses kembali.

The Squad (2023) – IDXXI

IMDB Rated: N/A / 10
Original Title : The Squad
N/A N/A

Tiga gadis bersenjata, cerdas, dan cerdik memindahkan operasi narkoba mereka ke lokasi hot spot liburan musim semi yang baru setiap tahun. Dengan penjualan mencapai $1 juta, mereka menarik perhatian seorang gembong narkoba yang jarang terlihat yang hanya dikenal sebagai “Frosty The Snowman” yang mengirim pembunuh bayaran untuk melenyapkan mereka.

Ulasan untuk The Squad (2023)

✍️ Ditulis oleh Sinta Maharani

Ulasan Film: The Squad (2023) Mengikuti judulnya, "The Squad (2023)" tentu saja menjanjikan sebuah kisah tentang kebersamaan, sinergi, dan mungkin juga konflik yang menguji batas-batas sebuah kelompok. Sebagai penonton, ekspektasi saya tertuju pada dinamika antaranggota, bagaimana mereka menghadapi rintangan, dan sejauh mana ikatan mereka diuji. Film ini membawa kita ke dalam sebuah lingkungan di mana kerja tim dan individualitas saling beradu, mencoba menavigasi sebuah narasi yang terasa begitu fokus pada interaksi personal dibandingkan ledakan aksi atau konflik eksternal yang besar. Secara visual, "The Squad" menghadirkan atmosfer yang cukup konsisten, meski tidak selalu menonjol. Sinematografi cenderung memilih palet warna yang agak redup dan realistis, yang mungkin dimaksudkan untuk menambah kesan serius dan intim pada cerita. Ada beberapa bidikan yang berhasil menangkap esensi emosional para karakter, terutama dalam adegan-adegan yang minim dialog. Namun, secara keseluruhan, visualnya tidak menciptakan dunia yang imersif atau tak terlupakan. Penataan cahaya seringkali mendukung suasana melankolis atau tegang, tetapi di beberapa titik terasa datar, seolah-olah kurang berani bereksplorasi dengan teknik pencahayaan yang lebih dramatis. Meski begitu, upaya untuk menjaga konsistensi gaya visual patut diacungi jempol, memberikan kesan keseriusan terhadap tema yang diusung, bahkan jika eksekusinya kurang bertenaga. Rasanya seperti ada potensi besar yang belum sepenuhnya tergali dalam menciptakan identitas visual yang benar-benar kuat dan berkesan yang bisa membedakannya dari film sejenis. Film ini seolah memilih pendekatan yang aman dan minimalis, yang sayangnya tidak selalu berbuah manis. Tensi cerita dalam "The Squad" sebagian besar dibangun melalui interaksi antar karakter dan konflik internal yang mereka hadapi, daripada melalui ancaman eksternal yang eksplisit. Ritme penceritaannya cenderung lambat, memungkinkan penonton untuk meresapi setiap momen dan dialog. Bagi sebagian orang, ini bisa menjadi kekuatan yang mendalam, memberikan ruang bagi pengembangan karakter yang lebih nuanced. Namun, bagi sebagian lainnya, tempo yang terjaga ini mungkin terasa seperti kurangnya urgensi atau dorongan naratif yang kuat. Saya pribadi merasa bahwa tensi yang dibangun cukup berhasil menjaga perhatian, meskipun ada kalanya alur terasa stagnan dan membutuhkan dorongan yang lebih bertenaga untuk menggerakkan cerita maju. Konflik-konflik kecil yang muncul di antara anggota tim adalah inti dari ketegangan film ini, menyoroti bagaimana perbedaan karakter dan tujuan pribadi dapat memengaruhi kohesi kelompok. Meskipun demikian, resolusi dari ketegangan-ketegangan ini terkadang terasa kurang memuaskan, seolah-olah masalah diselesaikan terlalu cepat atau tanpa dampak emosional yang signifikan. Ini membuat film, pada akhirnya, terasa lebih seperti studi karakter yang belum matang daripada sebuah thriller yang mendebarkan atau drama yang menggigit. Salah satu aspek yang paling menarik dari "The Squad" adalah penampilan para pemerannya, yang mencoba keras menghidupkan karakter-karakter mereka di tengah naskah yang terasa terbatas. Alea Hansinger menunjukkan dedikasi yang nyata dalam perannya. Ia memerankan karakternya dengan intensitas yang patut diacungi jempol, berusaha keras untuk menampilkan kedalaman emosi. Ada momen-momen di mana ekspresi wajahnya berhasil menyampaikan beban pikiran atau konflik internal yang dialami karakternya tanpa perlu banyak kata, menunjukkan kapasitas akting yang baik. Namun, terkadang, penampilannya terasa sedikit terlalu kaku, seolah-olah ia terlalu berhati-hati dalam setiap gerakannya. Potensi besar dalam aktingnya terlihat jelas, tetapi kadang kala terasa terhambat oleh arahan atau skenario yang tidak memberinya ruang sepenuhnya untuk berkembang. Ia memiliki kehadiran layar yang kuat dan mampu menarik perhatian, meskipun tidak selalu berhasil mempertahankan kompleksitas karakternya sepanjang film. Grace Evans membawa sentuhan yang berbeda ke dalam ansambel. Aktingnya lebih natural dan mengalir, memberikan kesan bahwa karakternya adalah sosok yang lebih membumi dan mudah dihubungi. Ia berhasil menampilkan kerentanan dan kekuatan secara bersamaan, membuat penonton bisa bersimpati pada perjalanan emosional yang karakternya lalui. Interaksinya dengan anggota "squad" lainnya terasa organik, dan ia memiliki kemampuan untuk mengangkat adegan-adegan dialog menjadi lebih hidup. Namun, kadang-kadang, ada kesan bahwa penampilannya kurang memiliki "gigitan" atau momen puncak yang bisa benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Ia adalah perekat emosional dalam tim, namun dampaknya terkadang terasa kurang tajam dibandingkan dengan intensitas yang coba dibangun oleh rekan-rekannya, membuatnya agak tenggelam di antara yang lain. Meghan Carrasquillo menambahkan dinamika yang menarik dengan penampilannya yang energik. Ia cenderung memerankan karakternya dengan ekspresif, seringkali menjadi sumber semangat atau konflik yang diperlukan dalam kelompok. Kehadirannya terasa segar dan ia mampu memberikan energi yang sangat dibutuhkan dalam adegan-adegan yang mungkin terasa lambat. Ada kecerdasan dalam caranya menyampaikan dialog dan reaksi, yang menunjukkan pemahaman yang baik tentang karakternya. Namun, kadang-kadang, penampilannya bisa terasa sedikit berlebihan atau kurang terpoles, terutama dalam adegan-adegan yang menuntut nuansa yang lebih halus atau reaksi yang lebih subtil. Ini bukan berarti aktingnya buruk, melainkan lebih pada penyesuaian intensitas yang terkadang belum sepenuhnya pas dengan keseluruhan tone film yang cenderung lebih serius. Secara keseluruhan, kontribusi akting mereka adalah tulang punggung "The Squad". Para aktris ini jelas berinvestasi dalam peran mereka, dan upaya mereka untuk membangun dinamika kelompok terasa nyata. Meskipun ada perbedaan dalam gaya dan pendekatan masing-masing, mereka berhasil menciptakan kesan sebuah tim yang autentik, meskipun dengan segala kerumitan dan konfliknya. Akting mereka, pada akhirnya, adalah salah satu elemen yang paling menonjol dan krusial dalam mencoba mengangkat materi yang terkadang terasa kurang solid, memberikan kedalaman yang sangat dibutuhkan pada narasi yang mungkin terlalu sederhana. Tanpa mereka, film ini pasti akan terasa jauh lebih hampa dan tanpa arah. Tema besar yang coba diangkat oleh "The Squad" sangat berkutat pada esensi keberadaan sebuah kelompok: loyalitas, kepercayaan, dan perjuangan individu di tengah-tengah kepentingan kolektif. Film ini berusaha mengeksplorasi bagaimana setiap anggota tim memiliki peran unik dan bagaimana keputusan satu orang dapat memengaruhi seluruh dinamika. Ada penekanan pada bagaimana kepercayaan dibangun dan diuji, serta konsekuensi dari pengkhianatan atau keraguan dalam tim. Tema tentang menemukan tempat Anda dalam sebuah kelompok, dan bagaimana mendamaikan ambisi pribadi dengan tanggung jawab kolektif, juga tersirat kuat. Film ini mengajak penonton untuk merenungkan makna sejati dari dukungan tim dan batas-batas pengorbanan pribadi. Namun, eksplorasi tema-tema ini seringkali terasa di permukaan, tidak terlalu mendalam atau revelatif, seolah-olah film ini hanya menyentuh kulitnya tanpa menyelam lebih dalam ke kompleksitas emosional atau filosofis yang bisa ditawarkannya. Banyak potensi tematik yang terlewatkan atau hanya dibahas secara dangkal. Pada akhirnya, "The Squad (2023)" adalah film yang mencoba menghadirkan cerita tentang persahabatan dan kerja tim dengan nuansa yang serius. Meskipun para pemerannya menunjukkan upaya keras yang patut diacungi jempol dan ada beberapa momen visual yang menarik, film ini terasa kurang memiliki daya tarik yang kuat untuk membuatnya benar-benar menonjol. Kekurangan dalam pembangunan plot yang solid dan eksplorasi tema yang mendalam, dikombinasikan dengan tempo yang terkadang terlalu lambat dan eksekusi visual yang kurang berani, membuat pengalaman menonton terasa agak hambar. Ada potensi besar yang bisa digali dari premis "squad", namun sayangnya, "The Squad" hanya berhasil menggaruk permukaannya, meninggalkan penonton dengan kesan bahwa ini adalah sebuah film yang ingin mengatakan banyak, tetapi pada akhirnya, tidak banyak yang benar-benar tersampaikan dengan impactful. Ini adalah film yang mungkin akan segera terlupakan setelah ditonton, meskipun ada beberapa titik terang dari performa aktingnya yang patut diapresiasi. Skor akhir: 3.8/10
Sumber film: The Squad (2023)