Pada tahun 1981, Arne Cheyenne Johnson menjadi orang pertama dan satu-satunya dalam sejarah Amerika Serikat yang menggunakan pembelaan “kerasukan setan” dalam persidangan pembunuhan. Kasus ini menarik perhatian nasional dan memicu perdebatan sengit tentang sifat kejahatan, tanggung jawab pidana, dan batas antara agama dan sains. 24 Weeks (2016) iLK21Ini juga keren: Nonton Hard Day 2014 - […]
Luxury138Luxury138
Cara Menonton Film Di Situs Kami
  • Klik "SKIP TRAILER" untuk melewati trailer.
  • Klik tombol ▶️ pada player untuk memulai film.
  • Gunakan Server 2 atau 3 jika player lambat.
  • Bookmark situs kami agar mudah diakses kembali.

The Devil on Trial (2023) – IDXXI

IMDB Rated: N/A / 10
Original Title : The Devil on Trial
N/A N/A

Pada tahun 1981, Arne Cheyenne Johnson menjadi orang pertama dan satu-satunya dalam sejarah Amerika Serikat yang menggunakan pembelaan “kerasukan setan” dalam persidangan pembunuhan. Kasus ini menarik perhatian nasional dan memicu perdebatan sengit tentang sifat kejahatan, tanggung jawab pidana, dan batas antara agama dan sains.

Ulasan untuk The Devil on Trial (2023)

✍️ Ditulis oleh Ayu Kartika

Film dokumenter memang punya daya tariknya sendiri, apalagi jika mengangkat kisah nyata yang penuh kontroversi dan misteri. 'The Devil on Trial' (2023) adalah salah satu film yang berhasil melakukan itu, membawa kita kembali ke tahun 1981, sebuah masa di mana batas antara keyakinan spiritual dan sistem hukum diuji secara dramatis. Film ini bukan sekadar narasi ulang peristiwa, melainkan penyelaman mendalam ke dalam sebuah kasus pembunuhan yang mengguncang Amerika, dengan pembelaan yang tidak biasa: "iblis membuat saya melakukannya." Sejak awal, film ini berhasil menciptakan atmosfer yang gelap dan mengganggu, seolah mengajak penonton untuk merasakan ketidakpastian dan ketakutan yang menyelimuti para tokohnya. Menggabungkan rekaman arsip, wawancara mendalam dengan para pihak yang terlibat, dan adegan reka ulang yang cukup efektif, 'The Devil on Trial' terasa seperti investigasi nyata yang dibuka kembali di hadapan mata kita. Pendekatan ini memungkinkan film untuk menyajikan berbagai sudut pandang tanpa memihak, sehingga kita sebagai penonton diajak untuk ikut merenungkan di mana letak kebenaran dalam kisah yang begitu berlapis ini. Kualitas visual film ini patut diacungi jempol. Transisi antara rekaman asli yang buram dan adegan reka ulang yang sinematik dilakukan dengan mulus, tidak terasa janggal atau mengganggu alur cerita. Pemilihan palet warna yang cenderung gelap dan pencahayaan yang seringkali minim berkontribusi besar dalam membangun suasana mencekam dan misterius. Kita bisa merasakan ketegangan yang dibangun dari setiap detail, mulai dari ekspresi wajah hingga kondisi lingkungan yang digambarkan. Suara juga memainkan peran penting; rekaman audio asli dari ritual pengusiran setan yang disertakan benar-benar menambah dimensi horor dan autentisitas, membuat bulu kuduk merinding sekaligus memancing pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tensi cerita dalam 'The Devil on Trial' terbangun secara perlahan namun pasti. Film ini tidak buru-buru menyajikan jawaban, melainkan justru memperdalam misteri. Dari awal mula fenomena aneh yang dialami oleh seorang anak kecil, hingga berpindahnya "entitas jahat" tersebut ke sosok yang kemudian menjadi pelaku pembunuhan, setiap tahapan diceritakan dengan detail yang mengikat. Persidangan itu sendiri menjadi klimaks dari ketegangan ini, di mana argumen hukum yang rasional berhadapan langsung dengan klaim supranatural. Film ini berhasil menjaga ketidakpastian hingga akhir, membuat penonton terus bertanya-tanya: apakah ini benar-benar campur tangan iblis, ataukah ada penjelasan lain yang lebih logis, seperti penyakit mental atau manipulasi? Mengenai kualitas akting, mengingat formatnya adalah dokumenter yang juga menampilkan wawancara dengan orang-orang nyata yang terlibat, saya akan membahas bagaimana "peran" atau "kehadiran" mereka di layar, serta akting para pemeran reka ulang, berkontribusi pada film. Pria yang menjadi pusat dari seluruh kontroversi ini, sosok yang menghadapi tuduhan pembunuhan dengan pembelaan yang tak terduga, memiliki peran sentral yang sangat krusial. Dalam film ini, melalui wawancara dan rekaman arsip, kita bisa melihat bagaimana ia menyampaikan kisahnya. Ada kerentanan dan ketulusan dalam setiap ucapannya, sebuah beban emosional yang terpancar jelas. Kehadirannya di layar, baik itu dalam rekaman asli maupun melalui aktor yang memerankannya dalam adegan reka ulang, berhasil menyalurkan kebingungan, ketakutan, dan keyakinan teguh yang ia rasakan. Dalam adegan reka ulang, pemeran yang memerankan dirinya mampu menangkap esensi dari sosok ini – perjuangan batin antara menjadi korban atau pelaku. Ia tidak hanya sekadar membaca dialog; ia membawa dimensi emosional yang meyakinkan, membuat penonton bisa merasakan dilema dan tekanan yang luar biasa di pundaknya. Bagaimana ia menggambarkan perjalanan transformasinya, dari seorang pria biasa menjadi seseorang yang diyakini kerasukan, sangat meyakinkan, meskipun kita tidak pernah tahu pasti kebenarannya. Secara keseluruhan, kontribusi para individu yang muncul dalam film ini, baik sebagai subjek wawancara asli maupun aktor reka ulang, sangat vital bagi kesuksesan 'The Devil on Trial'. Mereka tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga emosi dan perspektif pribadi yang membuat cerita ini hidup dan multifaset. Keberhasilan mereka dalam menyampaikan kerentanan, ketakutan, dan keyakinan masing-masinglah yang membuat film ini terasa begitu otentik dan memancing perdebatan. Tanpa penampilan yang meyakinkan dari para subjek asli dan aktor reka ulang, kisah ini mungkin hanya akan menjadi kumpulan fakta kering, bukan pengalaman sinematik yang mendalam dan memprovokasi pemikiran. Tema besar yang diangkat film ini sangat relevan. Pertama, ada eksplorasi mendalam tentang keyakinan dan keraguan. Apakah kita bisa percaya pada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah? Bagaimana keyakinan spiritual bersinggungan dengan sistem hukum yang dibangun di atas bukti empiris? Kedua, film ini mempertanyakan definisi keadilan. Jika seseorang memang benar-benar berada di bawah pengaruh kekuatan jahat, apakah ia tetap harus dihukum layaknya pembunuh berencana? Ini adalah pertanyaan filosofis yang membuat penonton berpikir jauh setelah film berakhir. Film ini juga menyoroti bagaimana media massa saat itu meliput kasus ini, menciptakan histeria publik yang bisa jadi mengaburkan fakta. 'The Devil on Trial' adalah tontonan yang memuaskan bagi para penggemar dokumenter kejahatan sejati, atau siapa pun yang tertarik pada misteri dan batas antara yang nyata dan supernatural. Film ini tidak memberikan jawaban mudah, justru meninggalkan kita dengan lebih banyak pertanyaan, yang mungkin memang merupakan tujuannya. Ini adalah film yang menantang pandangan kita tentang kebaikan, kejahatan, dan apa yang sebenarnya mampu dilakukan oleh pikiran manusia ketika dihadapkan pada tekanan ekstrem. Nilai: 5.9/10
Sumber film: The Devil on Trial (2023)

Duration: 81 min Min

TMDB Rated: N/A / N/A

Release Date: 2023-10-17

Countries: