/home/idxxicom/domains/naijatelegraph.com/public_html/wp-content/plugins/query-monitor/wp-content/db.php Watch Once Upon a Crime (2023) Full Movie Online IDXXI
Once Upon a Crime adalah film komedi misteri Jepang tahun 2023 yang disutradarai oleh Masaaki Yuasa dan dibintangi oleh Kana Hanazawa, Mamoru Miyano, dan Daisuke Namikawa. Film ini merupakan campuran antara dunia dongeng dan dunia modern, di mana dua karakter terkenal, yaitu Red Riding Hood dan Cinderella, bertemu dan bekerja sama untuk memecahkan misteri pembunuhan. […]
Luxury138Luxury138
Cara Menonton Film Di Situs Kami
  • Klik "SKIP TRAILER" untuk melewati trailer.
  • Klik tombol ▶️ pada player untuk memulai film.
  • Gunakan Server 2 atau 3 jika player lambat.
  • Bookmark situs kami agar mudah diakses kembali.

Once Upon a Crime (2023) – IDXXI

IMDB Rated: 5.2 / 10
Original Title : Once Upon a Crime
5.2 423

Once Upon a Crime adalah film komedi misteri Jepang tahun 2023 yang disutradarai oleh Masaaki Yuasa dan dibintangi oleh Kana Hanazawa, Mamoru Miyano, dan Daisuke Namikawa. Film ini merupakan campuran antara dunia dongeng dan dunia modern, di mana dua karakter terkenal, yaitu Red Riding Hood dan Cinderella, bertemu dan bekerja sama untuk memecahkan misteri pembunuhan.

Film ini dibuka dengan Red Riding Hood yang sedang berjalan-jalan di hutan ketika dia bertemu dengan Cinderella. Cinderella sedang dalam perjalanan ke istana untuk menghadiri pesta dansa, tetapi dia tidak memiliki sepatu kaca. Red Riding Hood menawarkan untuk membantu Cinderella menemukan sepatu kaca, dan mereka berdua memulai petualangan.

Ulasan untuk Once Upon a Crime (2023)

✍️ Ditulis oleh Nadia Putri

Dalam balutan dongeng yang akrab di telinga, 'Once Upon a Crime (2023)' muncul sebagai sajian unik yang berani mencampur aduk fantasi klasik dengan intrik misteri pembunuhan. Film ini membawa kita ke dunia yang diisi karakter-karakter dongeng favorit, namun dengan twist yang tak terduga: salah satu dari mereka harus berubah menjadi detektif untuk mengungkap kebenaran di balik sebuah kejahatan. Ini adalah premis yang menarik, menjanjikan tontonan yang segar dan jauh dari klise. Sejak awal, 'Once Upon a Crime' sudah berhasil menciptakan suasana yang memikat. Lupakan sejenak gambaran dongeng yang selalu berakhir bahagia. Di sini, kegelapan dan misteri menyelinap masuk, mengubah lanskap ceria menjadi lokasi sebuah investigasi. Film ini dengan cerdik menggabungkan elemen-elemen yang kita kenal dari cerita anak-anak, seperti hutan belantara, istana megah, dan pesta dansa, dengan nuansa investigasi yang serius, namun tetap disajikan dengan sentuhan komedi yang pas. Kita diajak untuk mengikuti petualangan seorang tokoh dongeng yang biasanya diasosiasikan dengan kepolosan, yang kini terpaksa menggunakan kecerdasan dan instingnya untuk memecahkan sebuah kasus yang rumit. Perjalanan mencari petunjuk, berinteraksi dengan berbagai karakter dongeng lain yang semuanya berpotensi menjadi tersangka, adalah inti dari cerita ini. Secara visual, 'Once Upon a Crime' adalah sebuah pesta mata. Desain produksi film ini patut diacungi jempol, berhasil menciptakan dunia dongeng yang terasa hidup dan detail. Kostum para karakter terasa otentik namun juga punya sentuhan modern yang unik, membantu mereka tetap recognizable sekaligus memberikan dimensi baru pada penampilan klasik mereka. Latar belakang tempat yang digunakan, baik itu hutan yang lebat atau istana yang mewah, terasa imersif dan mendukung narasi dengan sangat baik. Pencahayaan dan sinematografi juga berperan besar dalam membangun atmosfer. Ada kalanya film ini terlihat cerah dan penuh warna seperti dongeng biasa, namun di momen lain ia bisa berubah menjadi gelap dan misterius, sesuai dengan tensi pembunuhan yang sedang dipecahkan. Transisi antara nuansa visual ini terasa mulus, menambah kedalaman pada pengalaman menonton. Tensi cerita dalam film ini terbangun dengan baik. Meskipun diselimuti oleh estetika dongeng, elemen misteri pembunuhan tidak terasa digampangkan. Film ini berhasil menjaga keseimbangan antara komedi ringan dan teka-teki yang membutuhkan pemikiran. Ada momen-momen yang membuat kita tertawa geli, namun ada juga bagian yang sukses membuat kita serius menebak-nebak siapa dalang di balik semua ini. Pacing-nya terasa pas, tidak terlalu cepat sehingga kita kehilangan detail, namun juga tidak terlalu lambat sehingga membuat bosan. Setiap petunjuk diberikan secara bertahap, memancing rasa penasaran penonton untuk terus mengikuti alur cerita hingga akhir. Ini adalah jenis film yang sukses membuat kita merasa seperti ikut menjadi bagian dari investigasi, mencoba memecahkan misteri bersama sang protagonis. Salah satu aspek yang paling menonjol dari 'Once Upon a Crime' adalah kualitas akting para pemain utamanya. Mereka berhasil menghidupkan karakter-karakter dongeng dengan interpretasi yang segar dan meyakinkan. Kanna Hashimoto sebagai pemeran utama, tampil luar biasa. Ia berhasil memancarkan aura kepolosan yang melekat pada karakter dongengnya, namun di saat yang sama juga menampilkan kecerdasan dan ketajaman yang dibutuhkan seorang detektif. Ekspresi wajahnya yang seringkali lucu dan kebingungan di tengah situasi aneh sangat menghibur, namun ia juga mampu menyampaikan momen-momen serius dengan bobot emosional yang pas. Kanna dengan luwes bertransisi antara komedi dan drama, membuktikan kapasitas aktingnya yang luas dan membuatnya menjadi jangkar emosional sekaligus naratif bagi film ini. Takanori Iwata membawa karisma khasnya ke layar lebar. Karakternya, yang seringkali menjadi pendamping atau figur penting dalam dongeng, diperankan dengan pesona yang kuat. Ia mampu memberikan nuansa kompleks pada perannya, tidak hanya sekadar menjadi karakter latar, tetapi memiliki agensi dan motif tersendiri. Penampilannya yang tenang namun terkadang menyimpan rahasia berhasil menarik perhatian. Interaksinya dengan karakter utama juga memberikan dinamika yang menarik, terkadang sebagai penolong, terkadang sebagai sumber kebingungan. Yuko Araki juga tidak kalah memukau. Ia berhasil menciptakan karakter yang memiliki daya tarik misterius. Penampilannya anggun dan menawan, namun di balik itu ada lapisan karakter yang membuat penonton bertanya-tanya tentang motif dan perannya dalam keseluruhan misteri. Ia memberikan kedalaman pada karakternya, tidak sekadar menjadi wajah cantik, melainkan individu yang berpotensi memiliki rahasia besar. Kemampuannya untuk menyampaikan emosi yang ambigu sangat vital dalam menjaga tensi misteri film ini. Secara keseluruhan, kualitas akting dari ketiga pemain utama ini adalah salah satu pilar kesuksesan 'Once Upon a Crime'. Mereka tidak hanya memerankan karakter, melainkan benar-benar menjelmanya, memberikan kehidupan pada dunia dongeng yang telah dirombak ini. Harmoni dalam akting mereka membuat interaksi antar karakter terasa alami dan meyakinkan, bahkan di tengah absurditas cerita dongeng. Kontribusi mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga membuat plot yang unik ini terasa dapat dipercaya dan relevan, membuktikan bahwa bahkan di dunia fantasi pun, emosi dan motif manusia tetaplah inti dari sebuah cerita. Tema besar yang diangkat oleh film ini adalah tentang subversi ekspektasi dan pencarian kebenaran di balik tampilan luar yang ideal. Film ini secara cerdas menantang pandangan kita tentang "happily ever after". Ia menunjukkan bahwa bahkan di dunia dongeng yang paling sempurna sekalipun, ada sisi gelap, kejahatan, dan intrik yang tersembunyi. Pertanyaan tentang siapa yang jujur dan siapa yang berbohong menjadi sentral, memaksa kita untuk melihat melampaui citra sempurna karakter-karakter dongeng yang selama ini kita kenal. Ini adalah cerminan bahwa kebenaran seringkali lebih kompleks dan tidak seindah yang terlihat di permukaan, baik di dunia dongeng maupun di dunia nyata. Sebagai penutup, 'Once Upon a Crime' adalah tontonan yang sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang mencari film dengan konsep segar. Ia adalah perpaduan yang menarik antara nostalgia dongeng, intrik misteri pembunuhan, dan sentuhan komedi yang cerdas. Film ini berhasil menjaga keseimbangan antara keseriusan investigasi dan daya tarik fantasi, menciptakan sebuah pengalaman menonton yang menghibur dan membuat kita berpikir. Dengan visual yang memukau, akting yang solid, dan alur cerita yang membuat penasaran, film ini adalah bukti bahwa cerita lama bisa diceritakan kembali dengan cara yang sepenuhnya baru dan tak terduga. Skor akhir: 6.9/10
Sumber film: Once Upon a Crime (2023)

Duration: 105 min Min

TMDB Rated: 5.2 / 423

Release Date: 2023-09-13

Countries: