Aasif’s belief in logic and science shatters when he gets possessed by a transgender’s ghost. Livescream (2018) iLK21Ini juga keren: Nonton Draft Day 2014 - Nonton Redistributors 2015 - Nonton Fractured 2018 - Nonton Ten Minutes To Midnight 2020 - Nonton The Survivalist 2021
Luxury138Luxury138
ilk21 film
Cara Menonton Film Di Situs Kami
  • Klik "SKIP TRAILER" untuk melewati trailer.
  • Klik tombol ▶️ pada player untuk memulai film.
  • Gunakan Server 2 atau 3 jika player lambat.
  • Bookmark situs kami agar mudah diakses kembali.

Laxmii (2020) – IDXXI

IMDB Rated: 2.5 / 10
Original Title : Laxmii
2.5 58108

Aasif’s belief in logic and science shatters when he gets possessed by a transgender’s ghost.

Ulasan untuk Laxmii (2020)

✍️ Ditulis oleh Dian Anggraini

Ulasan Film: Laxmii (2020) – Perjalanan Hantu dan Humor yang Penuh Niat Baik Film 'Laxmii' hadir di layar sebagai sebuah remake yang ambisius, mencoba meramu genre horor-komedi dengan sentuhan drama sosial yang menyentuh. Sebagai penonton, saya selalu menantikan film-film yang berani mencampuradukkan genre, dan 'Laxmii' memang menawarkan premis menarik: seorang pria yang tidak percaya hantu mendadak harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya dirasuki oleh sebuah entitas gaib. Film ini bukan sekadar cerita hantu biasa; ia mencoba mengangkat isu penting di balik balutan tawa dan ketakutan, menjadikannya tontonan yang (setidaknya) memprovokasi pemikiran. Dari awal, film ini memperkenalkan kita pada sosok seorang pria yang sangat rasional, bahkan cenderung skeptis terhadap segala hal mistis. Keyakinannya yang teguh ini diuji ketika serangkaian peristiwa aneh mulai terjadi di sekitarnya. Alur cerita bergerak cukup cepat, memperkenalkan konflik utama tanpa terlalu banyak basa-basi, langsung membawa penonton ke dalam pusaran misteri dan kekacauan. Ada upaya yang jelas untuk menyeimbangkan elemen komedi yang ringan dengan momen-momen horor yang cukup efektif, meskipun tidak selalu berhasil menciptakan perpaduan yang mulus. Premisnya yang menjanjikan sebuah "perburuan hantu" yang berbeda, dengan motif balas dendam yang mendalam, membuat saya penasaran bagaimana cerita ini akan diungkapkan tanpa jatuh ke dalam klise. Suasana Visual dan Tensi Cerita Secara visual, 'Laxmii' cukup standar untuk film India kelas menengah. Sinematografinya bersih, namun tidak ada yang benar-benar menonjol atau inovatif dalam menciptakan atmosfer yang mencekam. Warna-warna cerah khas Bollywood masih mendominasi di beberapa bagian, yang terkadang sedikit mengurangi kesan horor yang seharusnya. Ketika film mencoba menghadirkan elemen horor, ada upaya untuk menggunakan *jump scare* dan tata rias yang cukup meyakinkan, namun eksekusinya terasa kurang konsisten. Beberapa adegan horor terasa kuat dan berhasil membangun ketegangan, sementara yang lain terasa terburu-buru dan kurang berdampak. Tensi cerita sendiri seringkali pasang surut. Bagian komedi memang mampu menghadirkan tawa, tetapi transisi ke momen horor atau drama terasa agak canggung, seringkali memecah ritme dan membuat penonton kehilangan fokus pada salah satu genre. Film ini berjuang untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara horor, komedi, dan pesan sosialnya. Ada momen-momen di mana saya merasa tenggelam dalam drama emosionalnya, hanya untuk kemudian ditarik keluar oleh lelucon yang kurang tepat waktu. Ini membuat pengalaman menonton menjadi sedikit bergelombang, dengan beberapa puncak emosi yang kuat namun juga lembah-lembah yang kurang mengikat. Kualitas Akting Akshay Kumar Akshay Kumar adalah jiwa dari film ini. Ia memerankan karakter yang mengalami transformasi drastis, dari seorang yang skeptis menjadi wadah bagi entitas gaib yang penuh amarah. Kualitas aktingnya di film ini sangat patut diacungi jempol, terutama dalam menavigasi dua persona yang sangat berbeda. Ia mampu menghadirkan sisi komedi dengan *timing* yang pas, gestur tubuh yang ekspresif, dan mimik wajah yang jenaka. Namun, ketika karakternya mulai dirasuki, Akshay bertransformasi secara meyakinkan. Perubahan suaranya, bahasa tubuhnya yang feminim namun tegas, serta ekspresi wajah yang sarat emosi—marah, sedih, dan penuh tekad—menunjukkan dedikasi dan jangkauan aktingnya. Ia membawa beban emosional yang sangat besar di paruh kedua film, dan berhasil menyampaikannya dengan kekuatan yang memukau. Ini adalah salah satu penampilan Akshay yang berani dan berbeda dari peran-peran biasanya. Ayesha Raza Ayesha Raza berperan sebagai anggota keluarga yang penting, seringkali menjadi sumber kehangatan dan komedi ringan. Aktingnya di sini stabil dan solid. Ia berhasil memerankan karakternya dengan natural, memberikan fondasi emosional yang kuat bagi keluarga. Meskipun perannya mungkin tidak sepusat Akshay, Ayesha mampu menambahkan lapisan realisme dan kehangatan, menjadi jembatan antara karakter utama dengan dinamika keluarga yang kacau. Ekspresi kekhawatiran, kebingungan, dan kasih sayangnya terasa otentik, membuat penonton bisa bersimpati pada posisi karakternya yang harus menghadapi situasi di luar nalar. Kiara Advani Kiara Advani, yang berperan sebagai istri dari karakter utama, memberikan penampilan yang baik dalam porsi yang diberikan. Ia memerankan karakternya dengan pesona dan keanggunan, meskipun karakternya tidak memiliki banyak ruang untuk eksplorasi yang mendalam. Kiara berhasil menunjukkan kepedulian dan kekhawatiran seorang istri yang bingung dengan kondisi suaminya. chemistry-nya dengan Akshay terasa cukup meyakinkan, dan ia mampu menyampaikan emosi kaget, takut, dan cinta dengan baik. Namun, terkadang karakternya terasa lebih sebagai reaksi terhadap apa yang terjadi pada karakter utama, daripada memiliki agensi yang kuat dalam narasi. Secara keseluruhan, akting ketiga pemain utama ini, terutama Akshay Kumar, sangat berkontribusi pada kesuksesan film dalam menyampaikan ceritanya. Akshay adalah jangkar emosional dan komedi, yang penampilan gandanya begitu mendominasi sehingga sulit membayangkan orang lain memerankan peran tersebut. Ayesha Raza dan Kiara Advani melengkapi dengan baik, memberikan dukungan emosional dan elemen hubungan yang diperlukan. Tanpa penampilan yang kuat dari Akshay, film ini mungkin akan terasa jauh lebih hampa dan pesannya kurang tersampaikan dengan efektif. Mereka bersama-sama mencoba mengangkat materi yang terkadang goyah, memberikan keotentikan pada karakter-karakter yang kompleks. Tema Besar Di balik lapisan horor dan komedi, 'Laxmii' berani mengangkat tema besar tentang penerimaan, keadilan sosial, dan perjuangan komunitas transgender. Film ini secara implisit mencoba menyoroti prasangka masyarakat terhadap kaum transgender dan ketidakadilan yang mereka alami. Melalui narasi balas dendam hantu, film ini memberikan suara kepada mereka yang seringkali terpinggirkan dan tidak didengar, menyerukan agar masyarakat melihat melampaui stigma dan memperlakukan setiap individu dengan martabat. Ini adalah upaya yang patut diapresiasi untuk menggunakan platform hiburan guna menyampaikan pesan sosial yang mendalam, mendorong empati dan pemahaman. Film ini mencoba untuk menunjukkan bahwa di balik ketakutan yang sering kita rasakan, ada cerita-cerita nyata tentang penderitaan dan pencarian keadilan yang perlu diperhatikan. Kesimpulan 'Laxmii' adalah film yang memiliki niat baik dan ambisius. Ia berani mengambil risiko dengan menggabungkan genre dan mencoba menyampaikan pesan sosial yang kuat. Penampilan luar biasa dari Akshay Kumar adalah alasan utama untuk menonton film ini; ia memberikan segalanya untuk perannya dan berhasil menciptakan karakter yang mudah diingat. Meskipun film ini terkadang berjuang untuk menemukan konsistensi dalam genre dan alurnya bisa terasa sedikit tidak rata, pesan utamanya tentang empati dan keadilan sosial tetap bergema. Ini bukan film horor-komedi yang sempurna, tetapi ini adalah film yang patut dilihat karena keberaniannya dalam bercerita dan penampilan apik dari pemeran utamanya. Sebuah tontonan yang mungkin tidak akan memuaskan semua orang, tetapi akan meninggalkan kesan tersendiri. Skor akhir: 5.8/10
Sumber film: Laxmii (2020)

Duration: 141 min Min

TMDB Rated: 2.5 / 58108

Release Date: 2020-11-09

Countries: