When photographers Erin and Patrick are brought aboard the ship with their young son Lukas, they unleash a series of events that entwines their family with the ship’s dark past. As the terror unfolds around them they begin to realise there is more to this sumptuous ocean liner than meets the eye: its remarkable legacy […]
Luxury138Luxury138
Cara Menonton Film Di Situs Kami
  • Klik "SKIP TRAILER" untuk melewati trailer.
  • Klik tombol ▶️ pada player untuk memulai film.
  • Gunakan Server 2 atau 3 jika player lambat.
  • Bookmark situs kami agar mudah diakses kembali.

Haunting of the Queen Mary (2023) – IDXXI

IMDB Rated: 5.6 / 10
Original Title : Haunting of the Queen Mary
5.6 71

When photographers Erin and Patrick are brought aboard the ship with their young son Lukas, they unleash a series of events that entwines their family with the ship’s dark past. As the terror unfolds around them they begin to realise there is more to this sumptuous ocean liner than meets the eye: its remarkable legacy masking violent secrets.

Ulasan untuk Haunting of the Queen Mary (2023)

✍️ Ditulis oleh Bima Saputra

Siapa tak kenal nama besar RMS Queen Mary? Kapal pesiar legendaris yang kini berlabuh sebagai hotel terapung di Long Beach, California, ini sudah lama dikenal dengan kisah-kisah seram dan penampakan hantunya. Film 'Haunting of the Queen Mary' (2023) datang membawa kita menyelami lebih dalam kengerian yang mungkin bersembunyi di balik dinding-dinding megah kapal ini, menggabungkan sejarah kelam dengan sentuhan horor supernatural yang mencekam. Sejak awal, film ini berhasil menarik perhatian dengan premis yang menggoda: sebuah kapal dengan sejarah panjang dan berdarah, yang dipercaya menjadi rumah bagi banyak arwah penasaran. Yang membuat film ini unik adalah pendekatannya yang menggabungkan dua lini waktu yang berbeda, yaitu era 1930-an dan masa kini. Penonton diajak melihat bagaimana dua keluarga yang terpisah oleh waktu, namun terhubung oleh takdir yang misterius, mengalami teror di atas kapal yang sama. Kisah masa lalu yang penuh tragedi tampaknya menjadi akar dari segala kengerian yang dialami oleh karakter di masa kini, menciptakan sebuah jalinan naratif yang berupaya untuk mempertemukan hantu-hantu masa lalu dengan kekacauan di masa sekarang. Visual dalam 'Haunting of the Queen Mary' adalah salah satu aspek yang paling menonjol. Kapal Queen Mary sendiri menjadi karakter utama yang begitu kuat. Sinematografi yang digunakan berhasil menangkap keindahan sekaligus kengerian arsitektur Art Deco yang megah namun juga lapuk termakan usia. Lorong-lorong sempit, ruang-ruang dansa yang kosong, hingga kabin-kabin mewah yang menyimpan rahasia kelam, semuanya digambarkan dengan sangat detail. Pencahayaan yang gelap dan suram, dikombinasikan dengan efek visual yang terkadang subtil namun efektif, berhasil membangun atmosfer horor yang mencekam. Ada beberapa momen di mana saya merasa benar-benar terhisap ke dalam suasana kapal yang angker, seolah-olah saya sendiri sedang berjalan di koridor-koridornya yang dingin. Efek visual untuk penampakan dan adegan-adegan supernatural juga dieksekusi dengan cukup baik, memberikan sensasi kejutan dan ketidaknyamanan tanpa harus berlebihan. Tensi cerita terbangun secara bertahap, terutama melalui pergeseran antara dua lini waktu. Saya pribadi menemukan bahwa alur cerita masa lalu, meskipun gelap dan brutal, terasa lebih memikat dan menawarkan penjelasan yang lebih kuat mengenai mengapa Queen Mary begitu berhantu. Konflik dan tragedi di era 1930-an terasa lebih intens dan emosional. Sementara itu, lini waktu masa kini berfungsi sebagai jembatan untuk mengungkap misteri tersebut, meskipun terkadang terasa sedikit lebih lambat dalam pembangunan tensinya. Film ini mengandalkan kengerian atmosfer dan psikologis, daripada *jump scare* murahan, yang saya hargai. Namun, pada beberapa bagian, transisi antara kedua era ini terasa sedikit kurang mulus, membuat ritme cerita terkadang tersendat. Meskipun begitu, narasi yang berliku ini berhasil menjaga rasa penasaran penonton untuk terus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik fenomena supernatural di Queen Mary. Mari kita bahas mengenai performa akting dari para pemain utamanya. Alice Eve membawakan karakternya dengan kedalaman emosi yang patut diacungi jempol. Ia berhasil memerankan sosok yang berada di ambang keputusasaan dan kebingungan, menghadapi teror yang tak kasat mata sekaligus trauma pribadi. Ekspresi wajahnya seringkali mampu menyampaikan rasa takut dan keputusasaan tanpa perlu dialog berlebihan. Ada momen di mana ia harus menunjukkan kekuatan sekaligus kerapuhan, dan Eve berhasil menyeimbangkan keduanya dengan meyakinkan, membuat penonton bersimpati pada perjuangannya. Joel Fry memberikan penampilan yang lebih tenang namun tak kalah penting. Karakter yang ia perankan berfungsi sebagai jangkar emosi dalam cerita, dan Fry berhasil menunjukkan kekhawatiran dan ketidakberdayaan seorang ayah dan suami yang berusaha melindungi keluarganya. Perannya terasa lebih sebagai observer yang secara perlahan ditarik masuk ke dalam kengerian, dan Fry menampilkannya dengan cukup otentik, menunjukkan transisi dari keraguan menjadi ketakutan yang mendalam. Nell Hudson menghadirkan energi yang berbeda, terutama pada lini waktu masa lalu. Karakternya penuh gairah dan keberanian, namun juga menyimpan kerapuhan di dalamnya. Hudson berhasil menangkap kompleksitas karakter ini, menampilkan sisi gelap dan terang dengan cukup meyakinkan. Kehadirannya di layar terasa kuat dan mampu menarik perhatian, terutama dalam adegan-adegan yang menuntut intensitas emosional. Secara keseluruhan, akting dari ketiga pemain utama ini memberikan fondasi yang kokoh bagi film. Mereka berhasil mengangkat material cerita, membuat penonton terhubung dengan penderitaan dan ketakutan karakter-karakter tersebut. Penjiwaan mereka terhadap peran, terutama dalam menghadapi fenomena supernatural yang tidak nyata, memberikan kredibilitas pada kengerian yang digambarkan. Tanpa akting yang kuat, film horor semacam ini bisa dengan mudah jatuh ke dalam klise. Kontribusi mereka secara signifikan membantu film untuk tidak hanya menjadi tontonan horor biasa, tetapi juga sebuah drama manusia yang terperangkap dalam takdir yang mengerikan. Tema besar yang diangkat oleh 'Haunting of the Queen Mary' terasa sangat relevan dengan premisnya. Film ini bukan hanya tentang hantu di sebuah kapal, melainkan juga tentang bagaimana trauma dan tragedi masa lalu dapat meninggalkan jejak yang tak terhapuskan, tidak hanya di tempat kejadian, tetapi juga dalam jiwa manusia. Obsesi, balas dendam, dan konsekuensi dari tindakan-tindakan gelap adalah inti dari pesan film ini. Ini adalah eksplorasi tentang bagaimana sejarah kelam bisa terus menghantui generasi berikutnya, dan bagaimana kadang-kadang, untuk membebaskan diri, kita harus menghadapi hantu-hantu tersebut secara langsung. Meskipun memiliki beberapa kekurangan dalam penceritaan dan ritme, 'Haunting of the Queen Mary' tetap menawarkan pengalaman horor yang menarik, terutama bagi penggemar horor yang menghargai pembangunan atmosfer dan penceritaan yang lebih berlapis. Film ini mungkin tidak akan membuat Anda melompat dari kursi setiap lima menit, tetapi ia akan merayapi pikiran Anda dengan kengerian yang perlahan namun pasti. Bagi mereka yang menyukai kisah hantu klasik dengan sentuhan sejarah dan psikologis, film ini layak untuk dicoba. Skor akhir: 6.2/10
Sumber film: Haunting of the Queen Mary (2023)

Duration: 114 min Min

TMDB Rated: 5.6 / 71

Release Date: 2023-07-21

Countries:,