/home/idxxicom/domains/naijatelegraph.com/public_html/wp-content/plugins/query-monitor/wp-content/db.php Watch BlackBerry (2023) Full Movie Online IDXXI
Two mismatched entrepreneurs – egghead innovator Mike Lazaridis and cut-throat businessman Jim Balsillie – joined forces in an endeavour that was to become a worldwide hit in little more than a decade. The story of the meteoric rise and catastrophic demise of the world’s first smartphone. The Hating Game (2021) iLK21Ini juga keren: Nonton Salmon […]
Luxury138Luxury138
Cara Menonton Film Di Situs Kami
  • Klik "SKIP TRAILER" untuk melewati trailer.
  • Klik tombol ▶️ pada player untuk memulai film.
  • Gunakan Server 2 atau 3 jika player lambat.
  • Bookmark situs kami agar mudah diakses kembali.

BlackBerry (2023) – IDXXI

IMDB Rated: 7.9 / 10
Original Title : BlackBerry
7.9 2172

Two mismatched entrepreneurs – egghead innovator Mike Lazaridis and cut-throat businessman Jim Balsillie – joined forces in an endeavour that was to become a worldwide hit in little more than a decade. The story of the meteoric rise and catastrophic demise of the world’s first smartphone.

Ulasan untuk BlackBerry (2023)

✍️ Ditulis oleh Sinta Maharani

Dunia teknologi memang tak pernah sepi dari kisah-kisah dramatis. Dari garasi kumuh hingga takhta pasar global, lalu tiba-tiba terpuruk digerus inovasi berikutnya. Film 'BlackBerry (2023)' membawa kita kembali ke era di mana sebuah perangkat genggam mengubah cara manusia berkomunikasi, sebelum akhirnya menjadi artefak sejarah. Ini bukan sekadar dokumentasi teknis, melainkan sebuah drama yang intens tentang ambisi, persahabatan, dan kerasnya dunia bisnis yang penuh persaingan. Sejak awal, film ini berhasil menangkap energi yang membara di balik lahirnya sebuah revolusi. Kita diperkenalkan pada sosok-sosok visioner yang penuh ide, namun juga dihadapkan pada realitas brutal pasar yang menuntut lebih dari sekadar kejeniusan teknis. 'BlackBerry' dengan cerdas menggambarkan bagaimana ide brilian bisa menjadi raksasa dunia, tetapi juga betapa rapuhnya raksasa itu ketika angin perubahan bertiup kencang. Film ini menyoroti tema-tema besar tentang inovasi tanpa henti, dilema antara mempertahankan visi awal dengan tuntutan komersial, dan bagaimana tekanan luar biasa bisa mengikis hubungan pribadi dan profesional. Ada nuansa tragis yang samar terasa di sepanjang narasi, mengingat kita tahu akhir dari kisah ini, namun perjalanan menuju ke sana justru yang membuat film ini begitu memikat. Ini adalah kisah tentang penciptaan dan kehancuran, tentang manusia di balik mesin yang mengubah dunia. Dari segi visual, 'BlackBerry' terasa otentik dengan era yang digambarkannya. Sinematografi cenderung realistis, terkadang terasa seperti film dokumenter yang memperlihatkan kekacauan di balik layar sebuah startup, dengan sentuhan estetika awal tahun 2000-an yang berhasil membangun nostalgia tanpa terasa murahan. Adegan-adegan di kantor Research In Motion yang berantakan, rapat-rapat tegang di ruang konferensi, hingga lanskap korporat yang dingin, semuanya dibangun dengan apik untuk menciptakan suasana yang pas. Tensi cerita dibangun secara bertahap, mulai dari semangat wirausaha yang menggelora, ketegangan dalam mengembangkan produk di bawah tenggat waktu yang ketat, hingga intrik bisnis yang kejam. Meskipun sebagian besar penonton sudah mengetahui bagaimana kisah BlackBerry berakhir, film ini mampu mempertahankan ketegangan melalui konflik interpersonal dan ancaman eksternal yang terus-menerus. Kita ikut merasakan tekanan saat mereka berjuang mengatasi masalah teknis, menghadapi investor yang menuntut, atau berhadapan dengan kompetitor yang siap menikam dari belakang. Salah satu kekuatan utama film ini terletak pada jajaran aktornya yang luar biasa, terutama tiga nama besar yang menjadi poros cerita. Glenn Howerton memberikan penampilan yang sangat memukau dan benar-benar tak terlupakan. Ia menjelma menjadi karakter yang sangat intens, dominan, dan di beberapa titik, menakutkan. Ada energi raw yang ia bawa ke setiap adegan, menunjukkan seseorang yang ambisius, cerdas, namun juga rapuh di bawah lapisan kekerasan. Ekspresi wajahnya yang seringkali penuh amarah atau frustrasi, caranya berinteraksi dengan karakter lain yang kadang intimidatif, semuanya terasa sangat nyata. Ini adalah penampilan yang menyoroti sisi gelap dari ambisi dan tekanan tinggi. Jay Baruchel, di sisi lain, memberikan kontras yang sempurna. Ia memerankan karakternya dengan kerentanan dan kecerdasan yang membumi. Ia berhasil menangkap esensi seorang jenius teknis yang mungkin kurang cakap dalam interaksi sosial, namun memiliki visi yang kuat. Penampilannya terasa sangat manusiawi dan relatable, menunjukkan pergulatan batin seseorang yang harus menavigasi dunia bisnis yang kejam sambil tetap berpegang pada prinsipnya. Perkembangan karakternya terasa organik, dan ia mampu membuat penonton bersimpati pada perjalanannya yang penuh rintangan. Matt Johnson, yang juga sekaligus sutradara film ini, menampilkan performa yang juga tak kalah penting. Karakter yang ia perankan terasa energik, sedikit kikuk, namun juga penuh gairah dan loyalitas. Ia menjadi semacam penyeimbang bagi dinamika tegang antara dua aktor utama lainnya. Matt berhasil menggambarkan semangat persahabatan dan ikatan yang kuat di awal perjalanan, serta kepahitan dan kekecewaan saat segala sesuatunya mulai berantakan. Penampilannya menambahkan lapisan emosional yang penting bagi cerita. Secara keseluruhan, kualitas akting ketiganya adalah tulang punggung keberhasilan film ini. Glenn Howerton membawa intensitas dan ketegasan, Jay Baruchel menawarkan sisi intelektual dan emosional, sementara Matt Johnson melengkapi dengan sentuhan kehumasan dan ikatan persahabatan. Perpaduan gaya akting mereka yang berbeda namun saling melengkapi menciptakan dinamika yang kompleks dan menarik. Masing-masing membawa energi yang unik ke meja, dan interaksi mereka terasa otentik, membangun konflik dan resolusi yang kredibel. Tanpa akting kuat dari trio ini, film ini mungkin hanya akan menjadi kisah teknologi yang kering; berkat mereka, 'BlackBerry' menjadi sebuah drama manusia yang penuh gejolak dan sangat patut disaksikan. Film 'BlackBerry' adalah sebuah perjalanan yang menarik dan mendalam ke dalam kisah salah satu raksasa teknologi paling ikonik. Ini bukan hanya untuk penggemar gadget atau sejarah teknologi, tetapi juga bagi siapa saja yang tertarik pada drama manusia tentang ambisi, inovasi, dan harga sebuah kesuksesan. Film ini berhasil membuat kita merenung tentang betapa cepatnya dunia berubah dan betapa pentingnya untuk tidak pernah berpuas diri. Skor akhir: 8.2/10
Sumber film: BlackBerry (2023)